oleh

Pembangunan Sutet Serobot Hak Milik Masyarakat

Kualatungkal – jurnalbidas.com. Walaupun sebelum nya sudah difasilitasi oleh Bupati Tanjabbar bersama pemilik tanah dengan pihak Kontraktor pembangunan jaringan sutet tersebut, Polemik penyelesain pemakaian tanah milik masyarakat untuk pembangunan jaringan sutet di desa serdang belum menemui titik terang.

Alih – alih menyelesaikan dengan baik sebelum memulai pekerjaan, pihak kontraktor justru melenggang membangun jaringan sutet ditanah milik masyakat tak ubahnya seperti zaman penjajahan saat kolonial merampas hak milik masyarakat.

“Siapa yang kasih izin, saya pemilik tanah! Saya belum memberikan izin karena titik terang penyesalaian nya tidak ada, jadi saya minta hentikan pekerjaan jaringan sutet diatas tanah saya itu,” Ujar Doni Pemilik tanah tersebut.

Dari hasil pantauan dilokasi tersebut sudah dilakukan pengeboran sebanyak 3 titik dari 9 titik yang mau di bor dan sudah banyak material yang masuk seperti alat berat, material batu, pasir dan semen.

Dilokasi tersebut Subkontraktor perusahaan Stikon tidak berada di lokasi yang ada hanya pekerja pembangunan jaringan sutet.

“Iya memang mulai hari ini kami sudah di stopkkan pekerjaan nya, kami kan hanya sebagai pekerja tidak tahu soal penyelesaian tanah ini, kami hanya disuruh kerja, ya kerja disuruh berhenti ya, berhenti, ” Ungkap salah satu pekerja.(red)

Komentar