Pemberian Vaksin Rubella Terkesan Dipaksakan

“Pihak Puskesmas Diduga Suntik Siswa Tanpa Sepengetahuan Orang Tua”

Muara Sabak – jurnalbidas.com. Vaksin MR Rubella terus menjadi momok ditengah masyarakat. Saat ini Dinas Kesehatan diberi target untuk menyuntik vaksin kepada siswa-siswi di setiap Sekolah Dasar. Namun, dengan adanya target yang diberikan, pemberian vaksin kepada siswa terkesan dipaksakan tanpa sepengetahuan orang tua siswa.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Kuala Jambi banyak orang tua siswa merasa geram dan kecewa terhadap pihak Puskesmas Kuala Jambi. Pasalnya, banyak para siswa disuntik vaksin MR Rubella tanpa adanya surat formulir persetujuan yang ditandatangani orang tua.

Pada waktu vaksin pertama, pihak Puskesmas memberikan surat kepada orang tua siswa untuk ditandatangani setuju atau tidak, tapi banyak yang tidak setuju. Namun untuk yang kedua kalinya pada Sabtu (6/10) lalu, para orang tua tidak beritahu sedikitpun, sehingga siswa langsung disuntik dan beberapa siswa mengalami efek samping setelah disuntik.

Siti Nur misalnya, salah satu orang tua siswa yang sangat geram anaknya disuntik tanpa sepengetahuannya. Pada saat disuntik, anaknya dalam keadaan sakit batuk dan filek. Sehingga setelah disuntik, anaknya terlihat loyo, tidak mau makan dan kondisinya semakin melemah. “Karena melihat kondisi anak saya seperti itu, saya bawa anak saya ke Puskesmas. Setelah itu, anak saya disarankan dirujuk ke RSUD Nurdin Hamzah,” katanya saat dihubungi via WhatsApp, Minggu (7/10)

Sebelumnya, pada hari Rabu dan Kamis anaknya tidak sekolah, karena demam tinggi, batuk dan filek. Dan dia pun sudah mengirimkan surat sakit kepada sekolah. Tapi saat anaknya masuk sekolah kenapa masih disuntik, padahal anaknya belum sembuh total dan pihak sekolah pun tahu. “Jumat dan Sabtu anak saya sudah masuk sekolah, tapi masih dalam keadaan batuk dan filek. Seharusnya anak yang lagi sakit tidak boleh disuntik vaksin, tapi masih juga disuntik,” ungkapnya.

Selain batuk dan filek, anaknya itu mempunyai riwayat asma. Sedangkan suntik vaksin itu diberikan jika siswa tidak memiliki riwayat penyakit. “Kan suntik Rubella tidak dipaksakan kalau wali murid tidak mau, apalagi anak saya itu ada riwyat asma,” terangnya.

Kekesalan yang sama juga disampaikan orang tua siswa, Rati. Dia menganggap pihak Puskesmas tidak bekerja secara profesional. Sebab pihak Puskesmas memberikan vaksin kepada anaknya tidak ada pemberitahuan kepada orang tua. “Kan waktu yang pertama sudah jelas-jelas saya tidak setuju anak saya di vaksin, kenapa yang kedua ini anak saya di vaksin diam-diam,” katanya.

Tahu anaknya disuntik tanpa sepengetahuannya, Raty mendatangi sekolah dan bertanya kepada guru-guru. Guru-guru anaknya mengakui kalau pihak sekolah dipaksa oleh pihak Puskesmas. “Aku tu bukan masalah disuntiknya, tapi masalah obatnya itu kan banyak berita dari minyak babi,” tukasnya. (kms)

Komentar