Pembukaan Trayek Rute Tungkal – Batam, ‘Kerbau Punya Susu Sapi Dapat Nama’

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Wacana pembukaan Trayek baru kapal roro dengan rute Kuala Tungkal – Batam (telaga punggur_red) dinilai sebuah langkah yang mampu meningkatkan perekonomian Kab. Tanjab Barat, akan tetapi wacana yang dilontarkan setelah dilaksanakan justru dinilai hanya memperkuat alasan alokasi dana pada peningkatan struktur jalan Roro yang mencapai 80 M bila diakumulasikan.

Dalam sambutanya pada Rapat koordinasi dan sosialisasi Trayek Baru Pintas Penyeberangan Telaga Pungut Batam dan Pelabuhan Penyeberangan Kuala Tungkal, Jumat (8/3/2019), Bupati Tanjab Barat, H. Safrial menyebutkan akan membuka rute baru penyeberangan pelabuhan telaga punggur – Batam dan pelabuhan penyeberangan KualaTungkalĀ (roro_red).

“Khususnya pelayanan angkutan transportasi lintas penyebrangan melalui pelabuhan penyeberangan kuala tungkal – Batam (telaga punggur_red) ” ujarnya di Aula Utama Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat, Jumat (8/3/2019).

Mengenai peluang jumlah penumpang, H. Safrial optimistis rute baru itu akan menjadi pilihan utama masyarakat. Namun sambung H. Safrial, untuk menggenjot lebih banyak penumpang kita perlu meningkatkan sosialisasi.

Diketahui, trayek rute Kuala Tungkal – Batam sudah di laksanakan terhitung sejak 30 Januari 2019 berdasarkan Keputusan Direksi PT.ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO) No. KD.41/OP.404/ASDP-2019 tanggal 30 Januari 2019, satu bulan sebelum dilaksanakannya Rapat koordinasi dan sosialisasi Trayek Baru Pintas Penyeberangan Telaga Pungut Batam dan Pelabuhan Penyeberangan Kuala Tungkal, Jumat (8/3/2019)

Ditemui media ini pengamat kebijakan pemerintah, Syarifuddin. AR menyebutkan sebuah langkah inovasi memang dibutuhkan Pemkab Tanjab Barat dalam mengembangkan perekonomian daerah tapi tidak dengan mewacanakan sesuatu yang sudah dilaksanakan oleh pusat.

“Trayek Kuala Tungkal – Batam (telaga punggur.red) telah dilaksanakan oleh ASDP pada 30 januari 2019, kok di wacanakan kembali oleh orang no.1 di tanjab barat pada bulan maret 2019, itu namanya kerbau punya susu sapi dapat nama.” imbuhnya. (St*2)

Komentar