Pemetaan Posisi ‘Job Fit’ Esselon II Telah Di Kondisikan, Benarkah?

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Bupati Tanjabbar melalui BKPSDM dipastikan bakal merotasi jabatan eselon 2, hari ini (25/02) bertempat di lantai 2 aula Bappeda Tanjab Barat dilakukan pemetaan asesment pimpinan tinggi pratama yang di ikuti sebanyak 7 orang.

Adapun ke – 7 pimpinan tinggi pratama yang dilakukan pemetaan jabatan tersebut terdiri dari H. Andi Nuzul (Kadis PUPR), H. Kosasih (Kaban BPBD), Netti Sumartini (Kadis PU Perkim), Syamsul Jauhari (Kakan Satpol PP), Endang Surya (Kadis Perhubungan), Zulfikri (Kepala Perpustakaan), dan H. Arif (Staf Ahli).

Selaku penguji pada pemetaan jabatan job fit tersebut, Pemkab tanjabbar mendatangkan pansel dari Jambi diantara nya Dr. Pantun Bukit, Prof Sutrisno, Dr Sahabudin yang turut didampingi Sekda Tanjab barat Ambok Tuo.

Berdasarkan Informasi yang berhasil dihimpun, diprediksi yang bakal mengisi posisi jabatan hasil asesment pemetaan jabatan disinyalir sudah disetting terlebih dahulu.

“Ya, hari ini di lakukan pemetaan untuk menempatkan pejabat eselon II di posisi job fit. Setelah ini mungkin akan dilakukan asesmen untuk posisi masing – masing. Seperti H. Andi Nuzul bergeser ke posisi Staf Ahli, posisi H. Arif yang sebagai Staf Ahli bergeser menjadi Kadis PU, H. Kosasih yang semula Kaban BPPD mengantikan Netti Sumartini di Dinas PU Perkim, Zulfikri yang baru 2 bulan dilantik menjadi Kadis Perpustakaan berpindah ke Kaban BPBD, dan Netti Sumartini Ke Kadis Perpustakaan.” ungkap sumber yang enggan namanya dipublikasikan pada media ini.

Merebaknya settingan posisi job fit yang telah di susun sedemikian rupa meragukan netralitas Panitia Seleksi (PANSEL) dalam memberikan rekomendasi ke Bupati sesuai dengan kompetensi.

“Bila semua telah di tentukan maka netralitas pansel tak lagi di perlukan karena dianggap hanya formalitas. Tapi terlepas dari itu semua Bupati punya hak sepenuhnya dalam menetapkan siapa yang beliau pilih untuk membantunya dalam menjalankan roda pemerintahan.” ungkap pengamat pemerintahan Syarifuddin. AR.

Lanjut Syarifuddin mengharapkan semoga tujuan dugaan settingan job fit yang di amini dengan melakukan pemetaan oleh pansel ini bertujuan baik. ” semoga bukan memuluskan suatu rencana yang akan mendulang keuntungan pribadi dan golongan tertentu seperti merebaknya kabar yang tersiar oleh kicauan burung camar di masyarakat saat ini.” timpalnya. (St*2)

Komentar