Pemkab Tegaskan, Kawasan Hutan Lindung Mangrove Muaro Seberang Dilarang Untuk Diperjual Belikan

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Menindaklanjuti terkait pemberitaan salah satu media online tentang adanya masyrakat menjual tanah milik pemda dan dugaan pembangian PLTS tidak merata di desa muara seberang, Pemkab Tanjab Barat melalui Kabag Pem Otda, Dianda mengatakan tanah pemda yang berada di desa muara seberang adalah hutan lindung bakau (mangrove) di lingkungan parit KUD, parit selamat dan parit keramat.

“Berdasarkan hasil rapat pembahasan pemanfaatan lahan dikawasan pesisir desa muaro seberang Kec. Seberang Kota pada 16 januari 2019 lalu disepakati bersama bahwa, kawasan mangrove yang berada disepanjang pesisir desa muara seberang Kec. Seberang Kota harus dijaga kelestariannya.” Ungkap Dianda.

Lanjutnya, Lahan tersebut tidak dapat dimiliki dan diperjualbelikan, Masyarakat yang sudah menguasai lahan tersebut hanya berupa hak pakai sementara. Kades muara seberang supaya tidak menerbitkan sporadik karena akan ada kosekuensi hukumnya.

“Terkait isu adanya jual beli lahan dimaksud pemkab akan melakukan pemantauan dilapangan terhadap kebenaran permasalahan. Pada rapat selanjutnya dicapai berbagai solusi antara lain, tidak benar bahwa mantan kades muara seberang dengan pembentukan kelompok masyarakat menjual lahan kawasan pantai hutan lindung mangrove disekitar parit KUD pantai desa muara seberang. Mantan kades dan masyarakat sudah tau memanfaatkan lahan kawasan hutan lindung mangrove tidak boleh dijual belikan.” Tukas Dianda. (red)

Komentar