Penangkapan 192 Unit Handy Talky (HT) dan Radio SSB Dua Bulan Lalu, Apa kabar?

Hukum0 views

Kuala Tungkal – Bidas. Dua bulan berlalu, terkait penangkapan ratusan barang elektronik jenis Handy Talky (HT) dan Radio SSB Merk Hytera yang dibawa menggunakan speedbout KM.Yusrifah sebanyak 12 karung yang berisi 30 dus alat komunikasi HT dan Radio SSB dengan perkiraan total jumlah nominal Rp.2.000.000.000,00, Kamis (05/10/17) sekitar pukul 17.30 WIB. Belum menemukan titik terang.

Penangkapan Handy Talky (HT) dan Radio SSB Merk Hytera dengan rincian Handy Talky Merk Hytera PT580H Plus F3 sebanyak 120 unit, Radio SSB Hytera MT680 Plus F3 sebanyak 72 unit serta speedbout SB Yusrifah, yang di lakukan oleh Danpal Lori Mabes Polri AKP Guntur, Danpal 1003 Dit Polair Polda Jambi BRIGADIR R Hutapea, Kapolsek KP3 Marina IPTU Sisca W 2 (dua) bulan lalu ini menuai tanya di kalangan masyarakat.

Menurut sumber yang enggan menyebutkan namanya ini mengatakan, “Sampai hari ini Sopir Speed Bout KM. YUSRIFAH + GT 3 masih di tahan oleh pihak yang berwajib, nah sang pemilik barang tersebut yang di duga adalah seorang mahluk halus. KM. YUSRIFAH adalah Speed Bout penumpang antar pulau, bo’ ya pemilik barang yang di pertegas.” Sentil Sumber.

“Handy Talky (HT) dan Radio SSB tersebut kan memang dibawa menggunakan KM. YUSRIFAH dari Sei. guntung ke Kuala Tungkal tanpa surat – surat. Tapi, disinyalir penerima barang tersebut adalah Agen Ekspedisi untuk di bawa ke jakarta. Kenapa Agen Ekspedisi Tersebut tidak ditahan, Justru sopir KM. YUSRIFAH yang di tahan? Kenapa sang mahluk halus si pemilik tidak di cari, kan bisa di lidik tujuan barang lewat agen ekspedisi tersebut, ada apa?” Ungkapnya.

Menurut Sumber tersebut, “Sudah 2 (dua) Bulan khasus ini berjalan dan masih dalam tahap penyelidikan, Nakhoda KM. YUSRIFAH masih dalam penahanan pihak mapolres Tanjab Barat. semoga permasalahan ini menemukan titik terang, sang pemilik barang di proses, agar jangan cuma nakhoda KM. YUSRIFAH saja yang terkesan ditumbalkan.” Pungkasnya.

Di ketahui, dalam Konfrensi pers Kapolres Tanjab Barat, AKBP ADG Sinaga,SIK yang di rilis pada salah satu media online, mengatakan (6/10). “Pelaku disangkakan undang undang pelayaran No 17 Tahun 2008 pasal 323 ayat (1) dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp.600.000.000,- (enam ratus juta rupiah),” tandasnya. (sr)

Komentar