Penggunaan Exavator Standard Pada Jalan Patunas Di Pertanyakan

LSM-Petisi : “Kerusakan Bangunan Rumah Masyarakat Akibat Penggunaan Exavator Tanggung Jawab Siapa?”

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Pekerjaan peningkatan struktur jalan patunas yang saat ini sedang dilaksanakan oleh pihak rekanan menggunakan alat/peralatan Exavator Standard untuk penggalian dan pembongkaran Drainase disinyalir kuat tidak di isyaratkan dalam kelengkapan peralatan kerja.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun jurnalbidas.com, penggunaan Exavator untuk pekerjaan tersebut tidak dibunyikan dalam dokumen lelang. “Seharusnya tidak ada Exavator yang digunakan dalam pekerjaan itu, sebab penggunaan alat exavator dapat menimbulkan dampak kerusakan terhadap bangunan rumah masyarakat di sepanjang pekerjaan tersebut.” ungkap sumber yang memberikan keterangan dengan meminta untuk tidak menyebutkan namanya dalam pemberitaan ini.

Terpisah, Ketua LSM-Petisi mengatakan bila dalam dokumen lelang tidak di persyaratkan Exavator dalam kegiatan itu maka segala kerusakan yang ditimbulkan akibat penggunan exavator tersebut adalah pihak PT PILI AND TRIS SUNAS. “Memilih menggunakan peralatan Exavator yang berakibat merusak hunian warga sepenuhnya tanggung jawab rekanan.” ungkap Syarifuddin. AR.

“Exavator bukan merupakan peratan yang ditentukan dalam dokumen, hentikan penggunaannya atau siap bertanggung jawab apabila terjadi kerusakan akibat penggunaan Alat tersebut. Jangan berdalil waktu pelaksanaan harus mengorbankan masyarakat.” tambahnya.

Ada 10 jenis peralatan yang dipersyaratkan dalam melaksanakan kegiatan tersebut, dan Exavator Standard tidak termasuk dalam 10 jenis peralatan tersebut. “Ketika berani menyampaikan dokumen penawaran dengan melengkapi seluruh persyaratan lelang, maka tidak ada alasan untuk pihak rekanan merubah teknis dan peralatan yang digunakan.” Timpalnya. (St*2)

 

Komentar