Pensiunan ASN Ini Hijarah Kepolitik, Ini Alasannya

Politik0 views

Kuala Tungkal – Bidas. Pensiun menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) tak menyurutkan semangat Ayah dari 4 anak ini untuk mengabdi pada negara dan masyarakat terutama pada daerah Kab. Tanjab barat yang telah memberikan segalanya bagi kehidupannya.

ASN menurutnya bukan batasan untuknya mengabdi kepada masyarakat, ini yang mendorongnya untuk hijrah ke dunia politik agar terus dapat bermanfaat dan berbuat untuk masyarakat. Jajang Hermawan, yang akrab dengan sebutan kang Jajang ini kini siap bertarung memperebutkan kursi DPRD periode 2019 – 2023.

“Mumpung masih diberikan kesehatan dan kesempatan oleh Allah SWT maka, saya ingin terus mengabdi kepada masyarakat terutama kepada para petani di Kab. Tanjab Barat. Karena semasa menjadi ASN hampir sepertiga waktu saya berkecimpung dengan petani. Sedikit banyak saya sangat memahami apa yang menjadi kendala oleh petani kita.” ungkap Jajang Hermawan, (28/6).

Pensiunan ASN dengan masa kerja 36 Tahun melanjutkan, “Masa mengabdi sebagai ASN sudah berakhir, politik kini menjadi pilihan untuk terus memperjuangkan kehidupan dan masa depan petani kita agar terus berkembang dan mampu bersaing menghadapi kemajuan zaman. Untuk itu saya sangat memerlukan kepercayaan, dukungan dan partisipasi kawan – kawan.” Tambahnya.

Saat disinggung terkait panasnya persaingan di dunia politik, Jajang mengatakan. “Politik itu adalah kehidupan, satu sama lain yang tak dapat di pisahkan. Buruk baiknya perpolitikan itu tergantung oknumnya.” ujar Jajang.

Kenapa memilih partai Berkarya dengan nomor urut 7, Jajang menjelaskan. “Kita butuh nuansa baru, format baru, dan semangat baru untuk membangun Kab. Tanjung Jabung Barat. Maka, mohon do’a restunya.” Tukas Jajang.

Terpisah, Ketum DPD Berkarya Kab. Tanjab Barat mengatakan. “Pak Jajang Hermawan merupakan kandidat yang kita prioritaskan, beliau orang baik, tipe pekerja, dan dinilai mampu bersaing dalam perolehan suara kedepan. Semoga jalan beliau hijrah ke kanca perpolitikan ini memberikan paradigma yang berbeda di perpolitikan tanjab barat.” Tukas H. Abdurahman, (28/6). (St*2)

Komentar