Perbup No.43 Tahun 2018, Syarifuddin AR “ASN juga manusia, bukan robot buatan jepang.”

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Peraturan Bupati No. 43 Tahun 2018 tentang pemberian tambahan penghasilan bagi pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkab Tanjab Barat menuai kontroversi di kalangan ASN di lingkup pemkab tanjab barat.

Hal ini dikarenakan ASN diwajibkan absen 4 kali dalam sehari yakni, pagi pada pukul 06.45 s/d 07.15. Istirahat siang pukul 11.45 s/d 12.15 masuk siang pukul 12.45 s/d 13.15 dan absen sore pukul 16.00 s/d 17.00 sedangkan khusus jum’at pagi pukul 06.30 s/d 07.00 dan siang pukul 11.30 s/d 13.00.

Sementara menurut perbup No. 43 Tahun 2018 yang menjadi penilaian pemberian tambahan penghasilan pegawai adalah 40% dari absensi dan 60% dari kinerja. “bagaimana mau menilai kinerja bila absensi saja sudah sangat merepotkan kami, bayangkan bila jeda istirahat saja dari pukul 11.45 s/d 13.15. Dak sempat nyuap nasi lagi bang.” ungkap salah satu ASN yang enggan namanya disebutkan.

Dia juga mengatakan, bila seperti ini seharusnya penilaian tersebut di balik saja Absensi 60% dan kinerja 40%. “kewajiban absensi ini sangat menyulitkan kita, jadi sebagian ibu – ibu justru ada yang pulang setelah absen masuk siang dan kembali lagi kekantor menjelang absensi pulang. Lalu gimana dengan kinerja, ASN juga manusia pak tolong di pertimbangkan kembali.” Timpalnya.

Aktivis tanjab barat, Syarifudin AR mengungkapkan bila demikian cukup absensi saja yang di perhatikan tak perlu kinerja. “Bila perbup No.43 tahun 2018 itu tentang TPP, dan tertera penetapan absensi. Maka percuma Tambahan Penghasilan Pegawai itu diberikan, malah menjadi beban yang menurunkan kinerja para ASN.” ungkapnya.

“ASN juga manusia bukan robot buatan jepang. Jadi tolong kembali di pertimbangkan.” tukas aktifis ini. (St*2)

Komentar