PERSYARATAN LELANG SEBATAS KELENGKAPAN DOKUMENKAH?

Gambar Ilustrasi (dok)

Kuala Tungkal – Bidas. Tentang persyaratan lelang alat/peralatan dan tenaga ahli yang di isyaratkan dalam dokumen lelang dalam proses tender di LPSE Tanjab Barat, Ilmardi selaku ketua ULP Kab. Tanjung Jabung Barat  (16/10/2017) mengatakan, “Persyaratan lelang itu di buat berdasarkan kebutuhan RAB (Rencana Anggaran Biaya) contohnya rehab jaringan irigasi yang menggunakan excavator ‘kan tidak mungkin menggunakan cangkul (pacul.red).” Ungkapnya pada bidas diruang kerjanya.

“Bila terkait di lapangan, itu bukan kapasitas saya untuk menjawabnya, nanti saya salah dalam menjelaskan. kalau ingin di cek satu – satu persyaratan tersebut maka tidak akan selesai. Bila terkait persyaratan tadi silahkan langsung temui ketua POKJA bersangkutan agar lebih jelasnya.” Tambah Ilmardi pada Bidas.

Di tempat yang berbeda Firdaus,SH (16/10/17) mengatakan, “Bila persyaratan alat/peralatan dan tenaga ahli yang di isyaratkan di dalam lelang tidak dapat di buktikan dan di hadirkan di lokasi perkerjaan maka persyaratan lelang dapat di asumsikan hanya sebatas kelengkapan dokumen lelang saja, untuk memenangkan lelang sebuah pekerjaan.” Paparnya.

“Selaku rekanan yang menjadi peserta lelang, rekanan wajib membuktikan alat/peralatan yang di pinta sebagai persyaratan yang di isyaratkan dalam lelang dengan di lampirkan surat perjanjian dukungan alat/peralatan di hadapan notaris dan bukti kepemilikan bila milik sendiri, Kalau tidak terpenuhi di anggap gugur. Jadi jangan di anggap main-main.” Tambah Firdaus.

“Dan masalah persyaratan tenaga ahli bersertifikat yang di pinta dalam persyaratan lelang juga wajib terpenuhi dalam proses lelang dan di lapangan, karena tenaga ahli tersebut juga dapat menggugurkan peserta lelang. Jadi bukan hanya sekedar kelengkapan dalam dokumen saja.” Tutupnya pada bidas.

Sayangnya Bidas tak dapat menemui eko riandhika selaku ketua salah satu pokja di DPUPR untuk mengkonfirmasikan terkait persyaratan lelang. (sr)

Komentar