Pilih Jalan Pembinaan Terkait Hutang BLUD RSUD Rp. 20 M, Ada Apa Dengan Pemkab?

Kualatungkal – jurnalbidas.com. Keseriusan UAS – Hairan sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih dalam menyikapi Bobroknya manajemen pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Daud Arief Kualatungkal hingga terlilit hutang Rp. 20 M seperti tertantang.

Setelah terkuaknya hutang dari BLUD kepada pihak ketiga sebesar Rp. 20 Miliar terutama hutang terhadap distributor obat obatan, selain itu dewas juga menemukan obat obatan yang sudah kadaluarsa senilai Rp 800 juta yang mesti dimusnahkan.

Menurut Anggota Dewas BLUD RSUD Daud Arief Kualatungkal, Alam Sukisman tidak menampik kebobrokan manajemen pengelolaan BLUD selama ini, sekiranya pembenahan yang mesti dilakukan oleh pemkab tanjabbar terhadap BLUD tersebut benar benar konsisten, jangan setengah setengah.

“Jika ingin bersih bersih ya, mesti konsisten, kita ingin mencari kebaikan agar pelayanan rumah sakit itu baik yang selama ini menjadi keluhan masyarakat,” tegas Anggota Dewas BLUD RSUD KH. Daud Arif Kualatungkal sekaligus Mantan Anggota DPRD Provinsi Jambi ini.

Kekecewaan terlihat jelas dari wajah Anggota Dewas BLUD RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal ini tatkala rekomendasi Dewas agar dilakukan audit oleh BPKP namun Pemkab Lebih memilih audit dilakukan oleh inspektorat.

“Dari kita dewas itu merekomendasikan audit dilakukan oleh BPKP, namun Pemkab lebih memilih audit dilakukan oleh Inspektorat, jika ada pihak pihak yang tidak senang dengan kerja dewas dan saya siap jika Bupati ingin memberhentikan dari posisi dewas BLUD,” Imbuhnya.

Terlilit hutang sebesar Rp. 20 M merupakan suatu hal yang fantastis dan perlu tindakkan tegas guna menemukan sumber hutang BLUD, Bila pemkab lebih memilih tindakan pembinaan, lalu ada apa dengan Pemkab Tanjab Barat? Entahlah! (red)

Komentar