Polemik Besaran TPP Kaban BPKAD Melebihi TPP Sekda Memanas

Syarifudin. AR “Mohon kiranya Bupati terbuka dalam Informasi dasar hukum atas alasan pemberian besaran TPP Kaban BPKAD.”

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. “Besaran TPP Kepala BKAD yang nominalnya di atas besaran TPP Sekda Tanjab Barat tidak perlu dipermasalahkan meskipun secara umum tugas dan fungsi serta beban kerja seorang Sekda memang jauh lebih besar porsinya. Namun, sesuai dengan maksud dan tujuannya, pemberian TPP itu untuk memotivasi ASN, memenuhi kehidupan layak dan meningkatkan kinerja.“ Kata Bupati Tanjab Barat melalui Kabag Humasnya.

Pernyataan tersebut langsung di sambut pengamat dan pemerhati pemerintahan, Syarifudin. AR dengan memberikan apresiasi atas tanggapan Bupati, menurutnya Rp.19.280.000,- untuk TPP kaban BPKAD berbanding Rp.17.000.000,- TPP untuk Sekda bukan merupakan wewenang melainkan wujud dari kesenjangan ASN yang terjadi secara fakta.

“Sejatinya Sekda merupakan ASN tertinggi kedudukannya di Kabupaten/kota bila TPPnya lebih rendah dari seorang Kaban BPKAD sementara beban kerja dipastikan lebih besar Sekda, bukankah ini bentuk dari menganak emaskan ASN tertentu dengan asumsi bertujuan tertentu.” ungkapnya.

Lanjutnya, Meski ini bukan tunjangan jabatan struktural melainkan tambahan penghasilan dan kalau tunjangan jabatannya yang lebih besar dari Sekda, itu baru keliru. Memang dasar penetapan TPP apa? Bukankah dari absensi dan kinerja. “Kita juga sudah mencari aturannya yang memperbolehkan Tambahan Penghasilan Kaban yang melebihi Sekda, tapi belum ketemu. Mohon kiranya Bupati terbuka dalam Informasi dasar hukum atas alasan pemberian besaran TPP Kaban BPKAD kenapa bisa lebih besar dari TPP Sekda selaku atasan dari Kaban BPKAD.” tambahnya.

“Hal seperti ini di berlakukan bukan akan memotivasi ASN dalam meningkatkan kinerja dan mensejahterakan melainkan akan melahirkan kecemburuan sosial, wewenang bukan tindakan yang sewenang – wenang melainkan sebuah kebijakan yang merunut pada aturan dan tidak menimbulkan polemik dikalangan masyarakat.” tukas Syarifudin. AR (St*2)

Komentar