Proyek Bertambah Perusahaan Berkurang, Ada Yang Monopolikah?

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. “Itu dikarena tidak bisa bersaing, karena tidak adanya pemerataan untuk pengusaha kecil, Bupati sebagai pembina hendaknya dapat memperhatikan pengusaha kecil yang ada di Kab. Tanjab Barat,“ Ungkap Ar. Jamalia dalam sambutannya ketika pembukaan muscab IX Gapensi Tanjab Barat.

Memang dugaan pengaturan dan penguasaan atas proyek – proyek pemerintah di beberapa instansi marak disuarakan di berbagai kalangan, mulai dari beberapa aksi orasi hingga di medsos (facebook_red) yang sudah menjadi rahasia umum.

Tak hanya oknum luar yang diduga mengatur pembagian proyek – proyek tersebut, bahkan peranan oknum ASN pun pernah disinggung seperti Orator dalam aksi di depan Gedung Kejaksaan Agung menyebutkan, sejak dari tahun 2018 – 2019 ada oknum oknum PNS yang memang menggunakan kekuasaannya untuk mengatur proyek.

“Dan pada hari ini mereka masih bergrilia menghubungi rekanan terkait proyek 2020.” Kata orator aksi tersebut.

Sementara itu, Wakil Bupati Tanjabbar, H. Amir Sakib mengatakan, menanggapi banyaknya pengusaha kecil yang tergabung dalam Gapensi Tanjab Barat gulung tikar, Wabup tidak bisa berkomentar banyak.

“Saya tidak bisa berbuat, hanya menyampaikan sambutan, nasib kita sama,“ singkatnya.

Lalu benarkah persaingan usaha tidak sehat terjadi di Kab. Tanjab Barat, dan lantas dimana hukum saat dugaan tersebut mencuat, siapa oknum Arl, Ot, Aj, yang kerap menghiasi orasi aspirasi dan laman beranda medsos, Entahlah!. (red)

Komentar