PROYEK DRAINASE, Berkah atau Musibah?

 

Kuala Tungkal – Bidas. Kegiatan Peningkatan Kualitas Skala Kawasan Tungkal Jaya, Kab. Tanjung Jabung Barat yang dilaksanakan oleh PT. ZULAIKHA, bersumber dana dari ADB LOAN 3122 – INO 2017 dengan nilai kontrak Rp. 4.127.227.000,00 ini sedang dalam masa pengerjaan dan disambut positive oleh masyarakat Tanjab Barat.

Akan tetapi, dampak dari pekerjaan inilah yang memimbulkan kesan ironis dalam pelaksanaannya. Dampak dari pengerjaan drainase ini adalah rusaknya badan jalan aspal yang seharusnya dapat di minimalisasikan bila pihak rekanan tak menggunakan Excavator dan Truck Mixer (Agitator) dalam pelaksanaannya.

Menurut BL salah satu masyarakat sekitar lokasi pekerjaan yang tak ingin namanya di publikasikan menjelaskan (28/11). “Drainase ini memang sudah dari dulu kita tunggu – tunggu, sebab lingkungan kami ini tidak memiliki drainase dari dulu. Tapi, akan lebih baik bila pihak rekanan tak menggunakan Excavator dan Truck Mixer (Agitator) dalam pelaksanaan pekerjaan ini.” Ungkapnya.

Seandainya saja perencanaan pekerjaan penggalian drainase di rencanakan secara manual, tentu dampak terhadap kerusakan badan jalan dapat diminimalisasikan. Itu bila pihak perencanaan memperhitungkan metode kerja dalam pelaksanaan pekerjaan ini dengan menimbang kondisi keadaan lokasi pekerjaan, bukan menerapkan metode kejar progres pekerjaan. Seandainya..!” Papar BL.

“lalu mungkin untuk perbaikan jalan tersebut terpaksa harus di tanggung pemerintah yang mana pada saat ini, pemkab. Tanjab Barat masih harus mendengar dan merealisasikan perbaikan – perbaikan jalan yang banyak di keluhkan masyarakat. Apa ini tidak di sebut mubazir dan pemborosan. Mudah – mudahan hal ini bukan karena ambisi dari pihak rekanan yang ingin mengejar progres pekerjaan hingga mengabaikan dampaknya.” Pungkasnya.

Sayang, saat dilokasi pekerjaan (28/11), Bidas tak menjumpai pengawas lapangan dari instansi terkait dan pihak PT. ZULAIKHA Untuk mengkonfirmasi terkait hal ini. (sr)

Komentar