RA “Kawin Dulu Nikah Belakangan Itu Haram Hukumnya”

Ilustrasi Photo (dok)

Kuala Tungkal – Bidas. “Sejatinya Lelang beberapa proyek pekerjaan yang di laksanakan Di portal LPSE Kab. Tanjab Barat oleh pihak ULP terkesan di paksakan dan memaksakan, hal tersebut di karenakan Anggaran APBD-P Kab. Tanjab Barat masih belum di sahkan oleh pihak legislatif tetapi Lelang Pekerjaan di portal LPSE telah memasuki Tahap Pengupload-an hasil lelang yang tentunya pihak ULP-POKJA selaku pihak pelelang telah mengantongi nama- nama rekanan calon pemenang.” Ungkap RA yang menekankan pada Bidas untuk tidak menyebutkan namanya.

Lanjut RA, “Meski mungkin di bolehkan dalam aturan perundang – undangan lelang, akan tetapi hal tersebut sama saja dengan Kawin dulu nikah belakangan itu haram hukumnya menurut islam. Dalam arti kata proses Lelang di laksanakan sementara pengesahan APBD-P belum dilakukan. Jadi menurut hemat kami, Kawin dulu nikah belakangan terkesan membuat org tua tak punya pilihan lagi hingga harus merestui pernikahan tersebut, lalu dimana letak harkat dan martabat orang tua yang dalam hal ini adalah pihak legislatif. Kami tak ingin berspekulasi bahwa uang adalah segalanya, hingga harkat dan martabat harus di perjual belikan.” Tambah RA pada Bidas.

Masih RA. “Lelang paket pekerjaan yang di laksanakan oleh ULP Kab. Tanjab barat yang dana pekerjaan fisik mencapai kurang lebih 56 Milyar  yang di bagi menjadi 16 (enam belas) paket lelang jembatan, dan 8 (delapan) paket lelang pengairan dan 2 (dua) paket lelang Bangunan. Pantastis bukan? Uang hantaran/seserahan yang akan di realisasikan oleh pihak legislatif terhadap pernikahan yang di haramkan ini.” Papar Ra pada Bidas.

Tambah RA. “Seberapa pantaskah kawin dulu nikah belakangan ini harus di resmikan, yang dimana aib yang terjadi di ketahui oleh seluruh lapisan masyarakat kab. Tanjab barat.” Tutupnya pada Bidas.

Di pihak lain Amin menyebutkan. “Kawin dulu nikah belakangan itu jangan di realisasikan. Disamping mencoreng muka keluarga yakni masyarakat tanjab barat, tender pekerjaan ini di sinyalir telah ada daftar pemenang yang sudah menunggu untuk di umumkan sebelum lelang. Dan bayangkan bila uang yang kurang lebih 56 Miliyar di alihkan ke peningkatan struktur jalan arah sialang. dan satu lagi akankah waktu pelaksanaan cukup untuk mengerjakan pekerjaan tersebut? Jadi tinggal pihak legislatiflah yang berfikir akan hal terebut.” Tutup Amin Pada Bidas. (sr)

Komentar