Rencanan Wisata Hutan Mangrove Senilai 11,5 M Dinilai Tidak Efektif Dan Jauh Dari Efisiensi

Syarifuddin : 11,5 M Lebih Bermanfaat Untuk Membuka Keterisoliran Kecamatan Seberang Kota Yang Seumur Tanjab Barat Tarlupakan

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Setelah beberapa kali melakukan kegiatan yang berkaitan dengan rehabilitasi dan konservasi hutan mangrove yang menelan dana APBD hampir 1 M dinilai sia – sia karena merupakan kewenangan pusat/provinsi kini, Kab. Tanjab Barat kembali mencanangkan peningkatkan sektor pariwisata mangrove.

Menurut Ketua LSM PETISI, Syarifuddin. AR sebelum mencanangkan wisata mangrove dengan azas pemanfaatan sumber daya alam yang dimiliki Kab. Tanjab Barat terlebih dahulu Pemkab Tanjab Barat harus membentuk Rencana Zonasi dan Wilayah Pesisir dan Pulau Pulau Kecil (RZPWP3K) yang belum ditetapkan dan sampai saat ini RAPERDAnya masih di bahas di DPRD Provinsi sehingga penetapan zonasi wilayah pesisir masih tergantung. “Setelah RZPWP3K Pemkab juga harus membuat Kajian Lingkungan Hidup Strategis ‘KLHS’ baru bisa melaksanakan hajatan wisata mangrove, apa akan selesai di masa SAFA yang tinggal 2 tahun lagi.” ungkapnya.

Dia menambahkan, sisa 2 tahun kepemimpinan Bupati Safrial akan lebih baik jika memprioritaskan janji janjinya saat kampanye dulu yang sampai saat ini tidak terealisasi. “Perhatikan seberang kota sejak awal di bentuknya Kab. Tanjab Barat sampai hari ini masih terisolir, dimana Sang Pemimpin yang katanya visioner. Mana DPRD yang katanya selaku monitoring dan evaluasi kegiatan pemerintah. Bo’ya jangan meraja raja di kampang raja.” timpalnya.

Terpisah, Salah satu masyarakat Kec. Seberang Kota, Fahrurozi menyebutkan Seberang Kota merupakan wilayah yang terisolir sejak ia lahir, tidak ada akses darat, tidak ada penerangan listrik, dan minim pembangunan. “Kita berharap Pak Bupati dan DPRD Tanjab Barat mampu memberikan fasilitas agar kami yang berdomisilisi di Kec. Seberang Kota merasa merdeka. Jangan cuma masuk kesini mengobral janji saat kampaye.” Singkat salah satu caleg dari Hanura ini. (St*2)

Komentar