Sebelum Maju Menuju Jambi 1, Ini ‘PR’ H. Safrial Di Kabupaten Tanjab Barat

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Meski digadang gadangkan akan menuju konselidasi jambi 1 dalam pilkada jambi, Bupati terpilih H. Safrial yang masih memiliki masa bakti sekitar 2 Tahun atas pemerintahan Kabupaten Tanjab Barat dinilai memiliki segudang Pekerjaan Rumah (PR) di bumi serangkuh dayung serentak ketujuan yang belum terealisasi.

Antara lain, ketersediaan air bersih yang tak kunjung terealisasi sejak kepemimpinannya 2 periode yang telah menguras APBD Kab. Tanjab Barat sekitar 1/2 Triliun, Ketersediaan lapangan pekerjaan yang saat ini luput dari perhatian, pemerataan pembangunan yang juga dinilai masih timpang, hingga kehidupan masyarakat Tanjab Barat yang dipandang masih jauh dari kata sejahtera.

“Masih banyak PR yang wajib dituntaskan di Kab. Tanjab Barat ini oleh H. Safrial sebelum bertolak menuju Pilkada Jambi 1, Air bersih yang tak berwujud, ketersedian lapangan kerja, pemerataan pembangunan yang dinilai tak tercapai, hingga kesejehteraan masyarakat yang masih penuh dengan tanda tanya.” ungkap tokoh masyarakat, Adi Aspandi, SH.

“Ketersedian air bersih yang digadang – gadangkan hingga viral mengalirnya air bersih di akhir 2018 lalu sampai saat ini sudah 1/2 tahun berlalu tak kunjung terealisasi sementara APBD yang telah terkuras mencapai 1/2 Triliun sejak kepemimpinannya 2 periode, ketersedian lapangan pekerjaan sementara honorer/Tenaga Kerja Kontrak saja gajinya tidak sesuai dengan UMP dan UMR.” Tambahnya.

“Belum lagi bicara tentang pemerataan pembangunan yang masih dibilang anak tiri anak kandung, contoh Kec. Seberang kota yang dinilai nyaris tak tersentuh pembangunan sementara ibu kota kabupaten – Kec. Seberang Kota hanya dipisah sungai pengabuan. Pembangunan infrastruktur dalam kota seperti Kel. Kampung Nelayan, Jalan menuju sialang, jalan menuju tungkal 1, dan masih banyak bila ingin disebutkan satu persatu tapi untuk Tanjung Bojo – Lubuk Bernai sepanjang lebih kurang 3 Km saja bisa 18 Miliyar tahun ini. Belum lagi komuditi asli daerah yang harga jualnya menukik tajam sementara tak ada antisipasi dan tindakan yang dilakukan pemkab secara nyata.” tambahnya lagi.

“Belum kita berbicara listrik yang sampai ini menjadi keluhan masyarakat yang tak kunjung terealisasi hingga keluhan demi keluhan mengenai listrik ini santreck terdengar mulai dari mulut kemulut hingga bertebaran di media sosial dimana seharusnya peran pemkab lebih aktif menyikapi permasalahan yang sudah menjadi budaya selama ini.” imbuhnya.

Dia menyesalkan bila semua ini harus dikesampingkan oleh Bupati Safrial sementara yang menghantarkan dia menjadi orang nomor 1 ditanjab barat adalah kepercayaan masyarakat serta amanah yang dipercayakan kepadanya untuk merealisasikan visi dan misinya untuk 5 tahun kepemimpinannya.

“H. Safrial duduk menjadi Bupati adalah kepercayaan masyarakat serta amanah, dia berkewajiban merealisasikan karena itu merupakan bukti pengabdiannya terhadap daerah kelahiran serta amanah yang harus dijalankan. Visioner sih boleh, bila realisasi tidak segnifikan apa yang dibanggakan?” tukasnya. ( St*2)

Komentar