oleh

Separuh Dari 150 Perusahaan Kontruksi Tanjabbar Gulung Tikar, Ini Alasannya.

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Kurang lebih 500 Miliyar Pemkab Tanjab Barat mengalokasikan APBD untuk infrastruktur di setiap tahun tampaknya tidak memberikan kesejahteraan bagi pelaku usaha bidang kontruksi, alih – alih menciptakan lapangan kerja justru, pelaku usaha kontruksi di bumi serangkuh dayung serentak ketujuan ini semakin surut.

“Dari 150 perusahaan kontruksi di Kab. Tanjab Barat kini hanya menyisakan lebih kurang 75 perusahaan yang aktif di Tanjab Barat.” Ungkap Ketua Gapensi Tanjab Barat, Abdurahman Jamalia, SH.

Menurutnya, pengAlokasian APBD yang besar dibidang pembangunan infrastruktur tidak menjamin kelangsungan hidup pelaku usaha kecil dan menengah, banyaknya pelaku usaha ‘instan’ juga sebagai penyebab separuh dari 150 jumlah perusahaan yang ada gulung tikar.

“Sudah menjadi rahasia umum, pelaku usaha ‘instan’ bidang kontruksi tak butuh perusahaan sendiri untuk bekerja.” Ujarnya.

Dia juga menyebutkan ‘Pinjam Pakai’ perusahaan tak bisa diatur oleh organisasi yang dia pimpin saat ini karena hal tersebut merupakan wewenang dari direktur masing – masing perusahaan.

Terpisah, salah satu mantan pelaku usaha kontruksi di Tanjab Barat menyebutkan, semua bisa menjadi kontraktor urusan perusahaan bisa disesuaikan.

“Semua bisa jadi kontraktor, yang penting memiliki koneksi mendapatkan pekerjaan, hampir 60% pekerjaan kontruksi di Tanjab Barat perusahaannya pinjam pakai, itu bukan lagi rahasia.” Tukasnya sembari tak memperkenankan namanya dipublikasikan. (St*2)

Komentar