Sesuai Spesifikasikah Jalan KIHAJAR DEWANTARA (Siswa Ujung) – KUALA INDAH?

Photo Pekerjaan Peningkatan Jalan Kihajar Dewantara (Siswa Ujung) – Kuala Indah. dok

Kuala Tungkal – Bidas. Menurut Nara Sumber RA yang tak ingin namanya di sebut dalam pemberitaan ini oleh Bidas, menyampaikan. “Pembangunan Peningkatan Jalan Kihajar Dewantara (siswa ujung) – Kuala Indah yang menguras dana dari APBD TA. 2017 dengan besaran harga kontrak Rp. 7.836.500.000,- (tujuh miliar delapan ratus tiga puluh enam juta lima ratus ribu rupiah) dengan pemegang kontrak PT. BERINGIN CITRA LESTARI adalah harga yang fantastis mengingat volume pekerjaan dengan Panjang pengaspalan 2500M, dan Lebar 5M, serta ketebalan sekitar 9 – 10 cm.” Ungkap RA pada Bidas.

Lanjutnya. “inilah hal yang menggelitik hati kami serta mengundang pertanyaan, Sesuai Spesifikasikah pekerjaan JALAN KIHAJAR DEWANTARA (Siswa Ujung) – KUALA INDAH? Dengan Nomor Kontrak 620/93/KONT/KONS-PPK-BM/DPUPR/2017 Tanggal 25 April 2017 sedang dari hasil pekerjaan dapat di pantau kalau ketebalan pengaspalan hanya berkisar 6 – 7cm, jadi kemana kekurangan volume pekerjaan tersebut? Bila merunut dari spesifikasi awal Ketentuan ketebalan pengaspalan adalah 9 – 10cm. Kan artinya ada sekitar 2 – 3cm yang hilang dari sepengetahuan masyarakat.” Paparnya lagi pada Bidas.

Lebih lanjut RA menyampaikan. “Masalah kekurangan ketebalan pengaspalan tak mungkin pihak owner yang disini adalah DPUPR tidak mengetahui hal tersebut. Sebab di pihak owner terdapat pengawas lapangan, PPTK, tim PHO dan terakhir tim TP4D turun untuk meninjau pekerjaan ini, hingga bila di anggap layak maka baru PPK membayarkan pekerjaan tersebut sesuai dengan rekomendasi konsultan pengawas, pengawas dinas, PPTK, dan PHO serta disini di bantu pula oleh TP4D yang katanya pihak kejaksaan.” Beber RA pada bidas.

Lanjutnya. “Kabar terakhir yang saya dapat bahwa pihak rekanan PT. BERINGIN CITRA LESTARI telah rampung melaksanakan pencairan terhadap pekerjaan ini, alhamdulillah PPK telah membayar pihak rekanan. Akan tetapi kita berharap pembayaran yang di lakukan pihak PPK yang menggunakan dana APBD Kab. Tanjab barat ini sesuai dengan penilaian di lapangan secara profesional tanpa ada indikasi menguntungkan pihak rekanan, jikalaulah seperti itu maka besar kemungkinan kekurangan ketebalan pengaspalan tersebut telah di ketahui, difahami, serta dipertimbangkan oleh pihak owner dalam hal ini adalah DPUPR.” Paparnya lagi pada Bidas

Tambah RA. “Seandainya pembayaran yang di lakukan oleh pihak owner hanya mengacu pada spesifikasi awal yang telah di tentukan dalam pelelangan dan gambar pekerjaan maka, besar kemungkinan permainan telah di mulai. Disini kita akan terus menggali informasi, dan bila disinyalir terdapat kerancuan dan unsur kesengajaan dalam kesebahatan merugikan negara khususnya Kab. Tanjab Barat, kedatangan BPK nanti diduga seakan kekurangan ketebalan pengaspalan akan menjadi temuan, hingga muncul dalil kelebihan pembayaran. Semoga tak begitu, saya masih yakin pihak DPUPR profesional apalagi di dampingi oleh tim TP4D dari kejaksaan.” Pungkasnya pada Bidas.

Terkait keterangan yang di berikan oleh RA pada Bidas, warga RT.17 Kel. Patunas ST yang tak ingin namanya di publikasikan mengatakan. “Saya masyarakat biasa tidak tahu mengenai masalah itu, yang hanya saya fahami kalau dulu jalan kami hanya perkerasan kini sudah beraspal. Masalah ada dugaan tentang kerjaan tersebut saya tidak tahu, bahkan dananya sebesar itu juga saya baru tau, karena tidak tertulis di papan merk proyek pak, dan sekarang papan merk proyeknya malah hilang tuh, di depan.”Ungkapnya pada Bidas.(sr)

Komentar