Sorot Kinerja Bawaslu Tanjabbar, Adi Aspandi ; “Negeri Kelahiranku Berada Dititik Nadir.”

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Maraknya dugaan ketidaknetralan pejabat publik dalam mendukung BALON (Bakal Calon) untuk Bupati Tanjab Barat pada pilkada 2020 – 2024 kian mencuat ke publik, peranan bawaslu Kab. Tanjab Barat seakan menuai soal Netralitas.

Natralitas Bawaslu Tanjabbar dibuktikan dengan dilayangkannya panggilan BALON yang merupakan ASN (Muklis dan Amin Abdullah_red), akan tetapi saat bermunculan Oknum ASN, Pejabat publik, yang diduga mendukung BALON tertentu justru kinerja BAWASLU dinilai melempam.

“Jangan sampai timbul paradigma di masyarakat kalau bawaslu hanya tampak saat ASN atau pejabat publik tidak netral bila tidak mendukung balon tertentu.” Cetus mantan ketua partai PPP sekaligus pewarta senior Kab. Tanjab Barat, Adi Aspandi, SH.

Menurutnya, pemanggilan Muklis dan Amin Abdullah seakan Bawaslu sigap menghadapi ketidaknetralan oknum, tapi saat berurusan dengan petahana kinerjanya justru dinilai melempam.

“Sampai hari ini tidak ada kabar pemanggilan oknum kepala OPD yang dihebohkan, tak ada panggilan terhadap oknum ZE. Apakah nunggu dihebohkan dulu dimedia baru bergerak? Toh ketika Muklis dan Amin Abdullah Bawaslu melesat lebih dahsyat dari pegas.” Ujarnya.

Dikatakannya lagi, Sehingga pemberitaan pers pun harus di klarifikasi tanpa mekanisme pemberitaan menurut UU pers.

“Bila hal ini jalan ditempat, bawaslu tak mampu membuktikan dan memberi sanksi, dapat dinilai intimidasi yang terjadi di negeri kelahiranku berada dititik nadir. Pantaskah rezim seperti ini dipilih ketika maju di Pilkada Kabupaten maupun Pilkada Provinsi?.” Tukasnya. (red)

Komentar