Statemant Kabid Perben BPKAD “TIDAK ADA LAGI PUNGLI” Menuai Kontroversi

Kuala Tungkal – Bidas. Statemant Kepala Bidang Perbendaharaan BPKAD Tanjab Barat, Muhammad Haviz, SE, “Saya sudah menyampaikan disetiap SKPD bahwa TIDAK ADA LAGI PUNGLI di BPKAD untuk pencairan.” (1/6) mendapat tanggapan serius dari pengamat dan pemerhati praktek pungli di Kab. Tanjab Barat, Adi Aspandi, SH.

Menurutnya, keterangan Kabid perben BPKAD Tanjab Barat, Muhammad Haviz, SE syarat memuat pembenaran bahwa sebelumnya pungli telah tumbuh subur pada Bidang yang saat ini ia jabati. “Kalimat TIDAK ADA LAGI PUNGLI merupakan bentuk penjelasan sebuah peristiwa yang pernah terjadi. Sebab kata ”LAGI” dalam kalimat ”TIDAK ADA LAGI PUNGLI” merupakan penekanan akan peristiwa lalu yang tidak terulang dimasa kini.” Ungkapnya, (1/6).

“Cyber Pungli Kab. Tanjab Barat harus menyikapi serius terkait statemant yang di lontarkan oleh Havis. sebab ini mengindikasikan tentang dugaan Praktek pungli ‘Uang Pelicin’ di salah satu instansi penyedia pelayanan publik di bidang penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). Agar supaya masyarakat tak menilai ada kesan main mata.” Tukasnya.

Terpisah, menurut keterangan salah satu sumber http://jurnalbidas.com mengungkapkan, (1/6). “Setahu saya, sekarang uang pelicin tak lagi diberikan dengan salam tempel. Ini era cyber dimana memberi cukup dengan nomor rekening, kalau yang pakai amplop paling berkisar 50 – 100 Ribu.” Tandasnya sembari meminta http://jurnalbidas.com untuk merahasiakan identitasnya. (St*2)

Komentar