Terbilang “HEBAT”kah Sang Pelaksana Drainase nUSP?

Kuala Tungkal – Bidas. Kerusakan Jalan bhayangkara Ujung yang kian parah akibat dari pengerjaan Peningkatan Kualitas Skala Kawasan Tungkal Jaya, Kab. Tanjung Jabung Barat  diduga terkesan terjadi pembiaran yang dilakukan oleh pihak pengawas dilapangan, bahkan pemerintah daerah setempat seakan tutup mata akan kerusakan infrastruktur ruas jalan ini.

Menurut BL, yang tak bersedia disebutkan namanya menyatakan. “Tercantum Dalam Syarat – Syarat Umum Kontrak (SSUK) Nomor 18. Akses kelokasi kerja, poin 18.2 huruf (a) Penyedia harus bertanggung jawab atas pemeliharaan yang mungkin diperlukan akibat penggunaan jalur akses. Jadi kerusakan terhadap struktur jalan Bhayangkara ujung menjadi tanggungan pihak rekanan. Untuk itu seharusnya pihak pemkab Tanjung Jabung Barat hendaknya menekankan hal tersebut pada pihak pelaksana.” Ungkapnya (15/12).

“Jalan Bhayangkara Ujung ini masih termasuk dalam kota Kuala Tungkal. Bila selama ini pihak Satpol PP terkesan tegas terhadap penegakan perda di Kab. Tanjab Barat, mengapa terkait hal ini seakan seperti tikus jatuh keberas. Lihat perda No. 19 Tahun 2001 Bab II Pasal 2,3, dan 4. Perda Kab. Tanjung Jabung Barat ‘kan berlaku untuk semua dan wajib di tegakkan di lingkup pemkab tanjab barat. Supaya jangan sampai terkesan perda hanya berlaku pada masyarakat kecil, pedagang kaki lima, dan tukang sayur.” Tambahnya.

Terpisah, RA yang juga tak ingin namanya dipublikasikan mengatakan. “Beginilah bila ketegasan tak berlaku untuk KELAS tertentu. Actions ketegasan penegakan perda hanya untuk kelas minoritas, kerusakan struktur ruas jalan Bhayangkara Ujung terjadi dan terkesan para aparatur pemkab tutup mata. Siapakah gerangan sang pelaksana grainase nUSP? Apakah sang pelaksana tergolong tokoh yang bertanda kutip? Inilah cermin Tanjung Jabung Barat Untuk Dunia.” Pungkasnya (15/12).

Kegiatan Peningkatan Kualitas Skala Kawasan Tungkal Jaya, Kab. Tanjung Jabung Barat  yang dilaksanakan oleh PT. ZULAIKHA dengan nilai kontrak Rp. 4.127.227.000,00 bersumber dana dari ADB LOAN 3122 – INO 2017 ini berdampak pada kerusakan Struktur jalan Bhayangkara Ujung yang seharusnya menjadi perhatian Pemkab Tanjab Barat. Sebab ruas jalan ini adalah aset daerah yang harusnya dipelihara dan terpelihara. (sr)

Komentar