Terkait Air Bersih, Pernyataan Bupati Atau Data Yang Layak Di Percaya Masyarakat?

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Melalui beberapa media Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. Ir. H. Safrial, MS menyebutkan tidak mengalirnya air bersih ke Kota Kuala Tungkal saat ini dikarenakan adanya pekerjaan Commisioning pipa air bersih yang tengah dikerjakan oleh pemkab Tanjab Barat hingga mengalirnya air bersih diakhir tahun 2018 lalu menjadi isapan jempol belaka.

Setengah tahun berlalu sejak akhir 2018 hingga saat ini air bersih tidak kunjung mengalir bahkan tak pernah lagi terungkapkan kemasyarakat yang selama ini menelan janji manis sebatas mana pengerjaan proyek yang menelan dana hampir 1/2 Triliyun rupiah ini berjalan dan kendala apa sebenarnya yang menghalangi realisasi mengalirnya air bersih.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun media ini, pernyataan sang ‘kuda hitam’ commisioning pipa air bersih yang saat ini tengah dikerjakan hingga jembatan sungeng bertentangan dengan data yang diperoleh, berdasarkan data tersebut, pengerjaan jaringan pipa tersebut seharusnya telah terealisasi sampai ke booster bram itam kanan.

Pengerjaan revitalisasi pipa air bersih tebing tinggi yang dikerjakan pada tahun 2017 lalu dengan menggunakan APBD ditahun yang sama terdapat item pengerjaan jaringan pipa sebanyak 44 titik kerusakan jaringan pipa yang membentang dari Kec. Tebing Tinggi – Booster Bram Itam Kanan, hingga commisioning yang diungkapkan orang nomor satu di Kab. Tanjab Barat yang rencananya akan maju menuju Jambi 1 ini terbantahkan.

“Commisioning dan perbaikan jaringan pipa mana lagi coba. Revitalisasi Pipa Air Bersih Tebing Tinggi ternyata seharusnya sudah dikerjakan di tahun 2017 lalu dengan dana pekerjaan tersebut sebesar Rp.30.200.472.000,00.” Ungkap salah satu tokoh masyarakat, Amin Rizlan.

Berdasarkan data tersebut, seharusnya secara teknis tidak ada lagi kendala yang ditemukan terhadap jaringan pipa air bersih dari Kec. Tebing Tinggi – Booster Bram Itam Kanan, tak ada lagi commisioning dan perbaikan karena sudah dilaksanakan ditahun 2017 lalu kemudian pengerjaan berlanjut dengan dana mencapai 80 Miliyar ditahun 2018 sebagai kelanjutannya.

“Siapa sebenarnya yang benar? Data kah atau penjelasan dari Bupatikah yang dapat dipercaya.” tukasnya sembari menunjukkan rona bingung diwajahnya.

Sayang, Kabid Cipta Karya DPUPR sampai saat ini belum dapat dihubungi untuk dikonfirmasi. Sementara tersiar kabar Pemkab Tanjab Barat melalui pengajuan APBDP tahun 2019 ini telah mengajukan dana pemeliharaan pipa air bersih kurang dari 1 Miliyar, mungkinkah untuk menanggulangi pekerjaan commisioning dan perbaikan jaringan pipa yang telah dilakukan sejak awal 2019 lalu, entahlah. (satria)

Komentar