Terkait KARHUTLA Kab. Tanjabbar, Hukum Milik Siapa?

Hukum1,078 views

KualaTungkal – jurnalbidas.com. Dengan kerap terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di wilayah Kab. Tanjab Barat di bulan Agustus 2018, pihak Polres Tanjabbar telah menetapkannya 3 tersangka karhutla oleh pihak polres Tanjabbar  yaitu, RG pada Karhutla Kec. Tebing Tinggi (0/8), MS pada Karhutla Kec. Merlung (18/8), dan ML pada Karhutla Kec. Batang Asam (24/8) dan saat ini diamankan pihak polres Tanjab Barat untuk proses penyelidikan.

Anehnya, sehari pasca terbakarnya lahan di Dusun Gunung Mas, Desa Lubuk Terentang Kecamatan Betara Kab. Tanjab Barat  Dengan titik koordinat -1. 10589, 103,37371, -3,4m, 346. Justru Para petinggi dari Provinsi Jambi, Plt. Gubernur, Kapolda Jambi, Danrem 042 / Gapu didampingi Bupati Kab. Tanjab Barat langsung meninjau lokasi kebakaran serta melakukan pemantauan langsung dari udara menggunakan helikopter.

“ Dari hasil peninjauan karhutla tersebut, nyaris tak terdengar langkah hukumnya sementara disanyalir  lahan tersebut milik pengusaha yang konon kolega dekat orang nomor satu di Tanjab Barat, AG dan WC, dengan luas lahan yang terbakar sekitar 5.6 hektar.” Ungkap salah satu masyarakat dusun gunung mas yang tak mau namanya dipublikasikan, (27/8).

“Yang lebih miris itu sang donjuan WC pemilik lahan,  justru terlihat bergandengan dengan petinggi polri di Provinsi Jambi saat peninjauan lokasi karhutla di Dusun Gunung Mas, Desa Lubuk Terentang Kecamatan Betara Kab. Tanjab Barat di sebuah rumah makan milik donjuan WC. ” Tambahnya.

“Bila pemilik lahan adalah seorang pengusaha ternama dan memiliki kedekatan emosional terhadap para petinggi baik di provinsi dan Kabupaten ini maka, proses hukum pemilik lahan dapat diketahui sampai dimana ujungnya. Lalu hukum di daerah ini miliksiapa?.” Timpalnya.

Untuk diketahui, Karhutla kembali terjadi di Desa Rawang Kempas Kec. Batang Asam pada kamis 30 Agustus 2018 tepatnya sekitar pukul 11.10 WIB dengan luas lahan yang terbakar kurang lebih 5 Ha dengan status lahan Hutan Produksi Terbatas (HPT). (St*2)

Komentar