Terkait Penanganan Dugaan Pelanggaran Pemilu, Bawaslu Tanjabbar Dinilai Main Mata

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Ditemui di kantor BAWASLU ( Badan Pengawas Pemilu) Kab. Tanjab Barat, Komisioner Penanganan Pelanggaran Pemilu, DR. M. Yasin menyampaikan didepan awak media bahwa dugaan pelanggaran pemilu berupa pembagian beras dengan stiker salah satu paslon cawabup Kab. Tanjab Barat 2020 – 2024 yang beberapa waktu lalu terjadi dan sempat menghebohkan medsos (facebook) telah dihentikan.

Menurut DR. Yasin, pelanggaran tersebut tidak memiliki alat bukti yang cukup hingga prosesnya dihentikan.

“Penerimanya telah kita temui dan benar menerima beras tersebut tetapi barang buktinya telah habis, ada sekitar 5 tetangganya juga menerima tapi tak berkenan diklarifikasi siapa yang memberikan.” Ujarnya.

Lanjutnya, untuk menindaklanjuti hal tersebut memerlukan alat bukti yang cukup hingga proses dugaan pelanggaran tersebut dapat ditindaklanjuti, bila alat bukti tidak ditemukan maka kita tidak dapat memproses lebih lanjut.

“Waktu kita menindaklanjuti itu ada 7 hari, kita lakukan class action dan telah menemui penerima serta memanggil pemilik akun media sosial, tapi barang bukti telah habis.” Tegasnya.

Bila ada penerima, tentu ada pemberi yang merupakan satu kesatuan dari sebuah peristiwa yang diduga pelanggaran penyelenggaraan pemilukada Tanjabbar oleh salah satu paslon, bila alat bukti telah habis apakah peristiwa tersebut dinilai tidak pernah terjadi? Entahlah. (1set)

Komentar