Terkait Tender Air Bersih Rp. 46,5 M, Pokja Gugurkan Rekanan Dengan Salah Alasan Pada BAHP

Kuala Tungkal – Bidas. Terkait surat sanggahan atas tender paket pekerjaan Peningkatan Akses Jaringan Pipa Air Bersih yang menggunakan dana APBD Kab. Tanjab Barat tahun 2018 sebesar Rp.46,5 M oleh PT. Bahana Pratama Kontruksi dinilai aneh oleh ketua asosiasi kontruksi ASPEKINDO Kab. Tanjab Barat, Amin Rizlan.

“Dalam BHAP yang di upload panitia di portal LPSE Kab. Tanjab Barat menyebutkan, PT. Bahana Pratama Kontruksi gugur karena tidak dapat memperlihatkan ASLI SKA.” Ungkap Amin Rizlan (24/05)

“Dalam surat perihal jawaban sanggahan yang dikeluarkan oleh ULP dengan Nomor surat, 02/POKJA 14 -KONSTR/DPU-TJB/THP-03/2018, pada lembar jawaban ULP – Pokja 14 memohon maaf karena terjadi kekeliruan terhadap BAHP terkait pengguguran PT. Bahana Pratama Kontruksi dengan merubah alasan di BAHP menjadi, PT. Bahana Pratama Kontruksi Tidak Dapat Memperlihatkan ASLI IJAZAH, ini evaluasi seperti apa?” Tambahnya.

Terpisah, Jumhadi selaku kuasa Direktur PT. Bahana Pratama Kontruksi menerangkan (24/05), “Menurut ketentuan dokumen lelang tidak ada persyaratan yang kurang, semua cukup dan lengkap. hanya saja berita acara pemeriksaan pada pembuktian dokumen kualifikasi tidak diberikan panitia lelang pada pihak kami, secara lisan dan tertulis sudah kami pinta tapi pihak Pokja tidak menggubris.” Tukasnya saat di hubungi via ponsel.

Tertuang dalam BAHP yang menggugurkan PT. Bahana Pratama Kontruksi dengan alasan tidak dapat memperlihatkan ASLI SKA dan di ralat pada surat jawaban sanggahan menjadi Tidak Dapat Memperlihatkan ASLI IJAZAH telah menggugurkan peserta lelang yang sebelumnya dinilai berkompeten menjadi pemenang lelang tersebut, “Ya, hanya dengan kata Kami mohon maaf karena terjadi kekeliruan, pantaskan proses evaluasi Pokja dibenarkan?” Tandas Amin. (St*2)

Komentar