Untuk Para Kontraktor, Retensi 5% Pekerjaan Dibayarkan Di APBD-P 2018. Benarkah?

Kualatungkal – Bidas. Ada yang mengagetkan di tahun 2017 ini, terkait pencairan retensi 5% Pekerjaan fisik akan dicairkan setelah masa pemeliharaan berakhir, dan atau dapat dicairkan setelah jaminan diberikan dalam artian jumlah uang yang akan dicairkan sesuai dengan uang yang dijaminkan.

Abdurrahman Selaku salah satu rekanan mengatakan. “Bila ini merupakan Kebijakan yang diambil oleh PPKAD Tanjab barat, secara tidak langsung ini akan mengkebiri rekanan kecil yang ada di tanjab barat. sedangkan temuan temuan selama ini yang bermasalah adalah pengusaha – pengusaha besar. “ Paparnya(11/12).

“Pernahkah Pemkab berfikir situasi dan kondisi rekanan – rekanan kelas bawah, yang mungkin retensi 5% tersebut adalah untuk menutupi sisa dari hutang kerja. Selama ini hal seperti ini tak pernah terjadi dan inikah kebijakan yang memihak pada pengusaha – pengusaha kecil.” Pungkasnya.

Terpisah, Menurut Kepala PPKAD Tanjab Barat, Roziun Sitohang menjelaskan. “Pembayaran akan dilakukan setelah penyerahan sepenuhnya, setelah masa pemeliharaan. Bila masa pemeliharaan setahun maka setelah setahun baru dibayarkan. Itulah idealnya. Sekarang, itu boleh dibayar setelah diberi jaminan. Bila tidak sanggup jangan jadi pengusaha.” Tegasnya (11/12).

“Bila masa pemeliharaan habis di tahun 2018 maka, sekarang kita tidak mungkin menganggarkan. Kita harus menganggarkan di APBD-P dan pencairan tersebut akan dilakukan setelah APBD-P disahkan. Kebijakan akan di ambil selama tidak bertentangan dengan aturan perundang – undangan. Kita akan melihat kembali regulasinya, kita bermain di regulasi. jadi bila nanti ada yang mau demo, silahkan saja demo kalu kita sudah sesuai regulasi.” Tukasnya.

Kebijakan ini jelas mengagetkan bagi rekanan – rekanan khususnya di Kab. Tanjab Barat, Sebab Retensi 5% berkemungkinan baru akan dapat di cairkan di APBD-P 2018. Apakah ini bentuk kebijakan dalam menekan temuan yang saat ini belum terselesaikan, entahlah. Sejatinya kebijakan di ambil untuk memudahkan/memberi keringanan terhadap masyarakat. (sr)

Komentar