UPAYA PENGENDALIAN POLUSI UDARA, PEMKAB BERHASIL CIPTAKAN POLUSI DIJALAN PATUNAS

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Saat memimpin upacara Peringatan Hari lingkungan hidup sedunia ke – 47 Tahun 2019 di Halaman kantor Bupati Tanjung Jabung Barat, Senin, (17/6). Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. Ir. H. Safrial, MS mengatakan upaya pengendalian polusi udara perlu di imbangi dengan gerakan menanam pohon untuk menambah kapasitas reduksi polusi udara.

Akan tetapi justru melalui pihak ketiganya Pemkab Tanjab Barat berhasil dalam menciptakan polusi udara di jalan patunas atas indikasi dugaan kurangnya mutu pekerjaan rigid beton sejak akhir tahun 2018 lalu hingga saat ini warga seputaran jalan patunas menikmati debu semen setiap hari.

Sementara, dampak dari terkena debu semen diantaranya, Iritasi pada kulit. Hal ini terjadi akibat sifat semen yang abrasive kontak dengan kulit. Bahkan prosesnya pun bisa secara langsung maupun tidak langsung, terlindung maupun oleh keringat.

“Kemudian Alergi, namun ini terjadi bergantung tingkat kesensitifan seseorang. Sementara alergi yang dapat timbul akibat debu semen seperti bersin-bersin, susah bernafas bagi penderita asthma dan gatal-gatal,” jelas spesialis yang enggan disebut namanya saat di konfirmasi melalui selular.

Tak hanya itu, debu semen juga dapat mengakibatkan iritasi pada mata. Namun demikian, ini tergantung pada banyaknya paparan debu. Biasanya iritasi yang timbul mulai gangguan mata merah sampai cidera mata serius.

“Bahkan saat terhirup debu semen juga menyebabkan gangguan pernafasan. Dimana untuk jangka pendek dapat menimbulkan iritasi saluran pernafasan, sedangkan jangka panjang menyebabkan gangguan pernafasan,” singkatnya.

Untuk diketahui, polusi udara (debu semen) di jalan patunas akibat tidak tercapainya mutu rigid beton papermen yang pernah disuarakan oleh salah satu ormas di Kab. Tanjab Barat akan tetapi tidak ada sanksi yang diberlakukan, rekanan pelaksana hanya diwajibkan mengembalikan temuan hasil audit BPK RI sementara dalam acuan kerja mutu beton rigid papermen tidak diketahui.(St*2)

Komentar