Wabup Sebut “Nasib Kita Sama,” Bupati ; Jadi Pengusaha Harus Profesional

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Berkurangnya jumlah perusahaan yang tergabung  pada Asosiasi Kontruksi GAPENSI Kab. Tanjab Barat yang semula beranggotakan 200-an kini hanya tersisa 75-an ini dinilai tidak profesional.

Dalam sambutannya, Ketua GAPENSI Tanjab Barat, Abdurahman Jamalia, SH menanggapi penyebab dari berkurangnya anggota GAPENSI ini dikarenakan kurangnya pemerataan.

“Itu dikarena tidak bisa bersaing, karena tidak adanya pemerataan untuk pengusaha kecil, Bupati sebagai pembina hendaknya dapat memperhatikan pengusaha kecil yang ada di Kab. Tanjab Barat,“ Ungkapnya.

Terlepas dari hal itu, saat menyampaikan sambutan Wakil Bupati Tanjab, H. Amir Sakib juga menanggapi hal tersebut dengan menyebutkan dirinya tak dapat berbuat banyak.

“Saya tidak bisa berbuat, hanya menyampaikan sambutan, nasib kita sama,“ singkatnya.

Sementara Bupati Tanjab Barat, Safrial saat menyampaikan sambutan pada penutupan Muscap Ke IX GAPENSI Tanjab Barat menyebutkan jadi pengusaha jangan cengeng.

“Jadi pengusaha harus profesional kalau orang bisa kenapa kita tidak bisa, harus pandai membaca peluang usaha kerja.” Ujarnya.

Kata “Profesional” yang dilontarkan oleh orang nomor satu ini tentu menjadi sebuah kata yang bersayap dan memiliki segudang defenisi yang harus dicerna mengingat kompetitif dalam tender pekerjaan yang bersifat transparansi namun pelaku tender hanya itu – itu saja atau pekerjaan PL dimana proses pemilihannya dinilai tidak transparansi hingga kerap kali didapati satu perusahaan bisa mendapat banyak pekerjaan dalam satu waktu. (Red)

Komentar