Wah, Rehab Ruang Wakil Ketua I DPRD Tanjab Barat Masih Berjalan Pengerjaannya

Kuala Tungkal – Bidas. Setelah ditetapkannya batas akhir pencairan di tanggal 28 Desember 2017 untuk pencairan dan atau batas akhir terbitnya SPM-LS. Seyogyanyalah para rekanan yang melaksanakan pekerjaan fisik dilapangan bergegas mempersiapkan segala sesuatu terkait administrasi pencairan dana atas pekerjaannya, mengingat hari ini Kamis (28/12) merupakan batas akhir pencairan dan atau batas akhir terbitnya SPM-LS.

Aneh, Berdasarkan pantauan Bidas dilapangan. Salah satu pekerjaan yang masih dilaksanakan hingga hari ini (28/12) yakni, rehab sedang berat ruang wakil ketua I yang dilaksanakan oleh CV. Bhumi Kurnia Jaya dengan no kontrak 02/WKJ/KONTRAK/PPK-SETWAN/2017 yang masa kontraknya berakhir di 14 Desember 2017 terlihat masih sibuk mengerjakan pekerjaan. Terlihat para Tukang sedang memasang keramik/ ubin dilantai 2 (dua) serta perbaikan – perbaikan lain dilantai 1 (satu) dilokasi pekerjaan gedung DPRD Tanjab Barat.

“JS” yang tak mau namanya dipublikasikan mengungkapkan. “Hari ini merupakan batas akhir penerbitan SPM-LS bila mengacu pada waktu yang di tetapkan oleh Pemkab Tanjab Barat. Lalu bagaimana dengan berkas administrasi pencairan mereka, Backup data, Laporan (harian,mingguaan, serta bulanan pekerjaan), Berita acara pemeriksaan, Berita acara serah terima hasil pekerjaan, SPP dan SPM mereka.” Ungkapnya (28/12).

“Lalu Bagaimana pula pemeriksaan yang dilakukan oleh pengawas, konsultan pengawas, PPTK, P2HP, PPK padahal pekerjaan tersebut masih sedang dilaksanakan hingga hari ini. Ini tanggal 28 desember 2017 merupakan Batas akhir atau akan hangus kalau tak di urus pencairannya. Semoga realisasi keuangannya sesuai dengan fisik dilapangan, kan kesian juga rekanannya.” Tambahnya.

Menurut JS, “Semoga tidak ada pertanggal mundur dalam berkas administrasi guna mencegah dugaan pemalsuan dokumen administrasi pencairan yang sengaja dilakukan oleh oknum – oknum yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut. Semoga penomena ini tidak membungkam TP4D dalam monitoring dan evaluasi seperti yang dilakukan pada pekerjaan – pekerjaan sebelumnya di Kab. Tanjab Barat ini.” Tukasnya.

Minus 3 (tiga) Hari Jelang tutup anggaran di tahun 2017 ini, terlihat beberapa pekerjaan dilapangan yang masih dilakoni oleh pihak rekanan. Baik pekerjaan dengan nilai Milyaran rupiah hingga yang ratusan juta rupiah masih berlangsung hingga berita ini ditayangkan. Ironisnya, salah satu pekerjaan tersebut justru berada di gedung DPRD Tanjab Barat dengan nilai kontrak sebesar Rp 527.500.000,00. (sr)

Komentar