Kemiskinan 2025 Meningkat! Pemda Tanjab Barat Disebut Gagal

Kualatungkal — jurnalBIDAS. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Angka kemiskinan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) mengalami kenaikan pada 2025 persentase penduduk miskin Tanjab Barat pada Maret 2025 mencapai 9,67 persen, meningkat dibandingkan 2024 yang berada di angka 9,54 persen.

‎Data ini mementahkan klaim Pemda Tanjab Barat akan keberhasilan memberantas kemiskinan yang sempat digaung – gaungkan berhasil dan menjadi kebanggaan di tahun 2024, kenaikan tersebut juga terlihat dari jumlah penduduk miskin pada 2025 tercatat sekitar 33,88 ribu jiwa, sementara pada 2024 sekitar 33,12 ribu jiwa. Dengan demikian, terdapat peningkatan sekitar 760 jiwa.

‎”Ada Apa Ini ! Kondisi naiknya tingkat kemiskinan ini ditengah program pembangunan dan pengentasan kemiskinan yang dilaksanakan pemerintah daerah tanjab Barat dianggap gagal mengentas kemiskinan.” Ungkap ketua ormas rajawali sakti, Sudirman. RS.

‎Sudirman menjelaskan, garis kemiskinan merupakan batas pengeluaran minimum yang digunakan BPS untuk menentukan apakah seseorang dikategorikan miskin. Karena itu, kenaikan garis kemiskinan juga menunjukkan meningkatnya kebutuhan minimum untuk memenuhi kebutuhan dasar penduduk. Kenaikan persentase kemiskinan menunjukkan bahwa jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan belum berhasil ditekan pada periode tersebut.

‎”Saya meminta kepada MENPAN-RB untuk mengevaluasi dan memberikan sanksi terkait nilai SAKIP Tanjab Barat yang selama ini digaung – gaungkan berhasil tapi nyatanya saat kemiskinan meningkat, data terkesan disembunyikan untuk menutupi kegagalan.” Sebutnya.

‎Lanjutnya, pemerintah daerah memiliki target penurunan angka kemiskinan dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah yang seharusnya bukan sekadar angka statistik karena itu, penurunan angka kemiskinan seharusnya tidak hanya diukur dari besarnya anggaran program, tetapi dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat penerima manfaat. (Red)

Komentar