Kualatungkal – jurnalBIDAS. Bertolak belakang dengan Pemkab Tanjab Barat yang menyediakan aset dan fasilitas daerah (eks rumah dinas sekda tanjabbar) untuk menunjang kinerja BPK-RI Perwakilan Jambi, Ormas Rajawali Sakti justru menggembok aset daerah yang digunakan setiap kali melakukan audit di bumi serangkuh dayung serentak ketujuan.
Hal ini dilakukan Ormas Rajawali Sakti karena menilai ketidakprofesionalan BPK-RI Perwakilan Jambi dan menyesalkan beberapa kegiatan yang menelan anggaran puluhan miliyar APBD Tanjab Barat yang berujung pada bongkar – pasang hingga pekerjaan roboh dan menelan 2 korban jiwa,
”Jangan giliran proyek – proyek setapak beton yang menggunakan dana 150 – 200 juta mendapat temuan jutaan rupiah tapi saat proyek – proyek miliyaran yang bongkar – pasang, roboh dan menelan korban jiwa bahkan tidak menjadi temuan BPK-RI perwakilan jambi.” Ungkapnya pada media ini.
Menurutnya, pembangunan wall climbing yang sempat menjadi permasalahan bongkar – pasang, serta robohnya dermaga penyeberangan Desa Sei. Landak Kec. Senyerang, Kab. Tanjab Barat yang menelan 2 (dua) korban jiwa namun tak ada temuan oleh BPK-RI Perwakilan Jambi.
”Menggunakan aset daerah dan fasilitas daerah dalam melaksanakan tugasnya mungkin menjadikan auditor dapat diatur hingga wajar kalau tiap tahun opini WTP selalu diraih, tapi coba jelaskan pada keluarga korban yang meninggal akibat robohnya dermaga penyeberangan Desa Sei. Landak Kec. Senyerang tanpa temuan sementara disinyalir gagal kontruksi.” Imbuhnya.
Kita gembok aset daerah ini agar tak lagi dipergunakan oleh BPK-RI Perwakilan Jambi dan agar kerjanya provesional maka kami siap membayar hotel untuk BPK-RI Perwakilan Jambi dalam melaksanakn auditnya di Tanjab Barat.
”Kami siap membayar hotel untuk BPK-RI Perwakilan Jambi dalam melaksanakan auditnya di Tanjab Barat, jangan memalukan.” Tukasnya. (Red)











Komentar