Kualatungkal — jurnalBIDAS. Robohnya struktur atas Halte Sungai Parit Sapat menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan konstruksi, khususnya struktur rangka dan sistem penopangnya dilapangan halte tersebut terlihat menggunakan rangka baja dengan batang diagonal/pengaku serta penutup atap berbahan lembaran metal dan kondisi setelah mengalami kerusakan, sejumlah bagian rangka terlihat mengalami perubahan bentuk dan posisi.
Aspek stabilitas, sambungan, pengaku, sistem tumpuan atau tambatan, serta pembebanan akibat lingkungan sungai menjadi hal yang penting untuk diperiksa meski penggunaan baja sendiri bukan berarti tidak sesuai tetapi persoalannya, apakah spesifikasi baja dan cara pemasangannya sesuai dengan desain teknis pekerjaan dalam perencanaan.
”Untuk struktur baja, SNI 1729:2020 tentang Spesifikasi untuk Bangunan Gedung Baja Struktural dan SNI 1727:2020 tentang Beban Desain Minimum dan Kriteria Terkait untuk Bangunan Gedung dan Struktur Lain. Karena itu, ukuran dan ketebalan profil baja, mutu material baja, ukuran dan konfigurasi batang pengaku, kualitas serta ukuran sambungan las, jumlah dan ukuran baut, sistem tumpuan dan pengikat struktur, konstruksi penutup atap, perlindungan baja terhadap korosi, serta perhitungan beban, khususnya beban angin dan beban yang bekerja pada struktur harus disesuiakan dengan dokumen pekerjaan.” Ungkap sumber pada media ini.
Lanjutnya, Seharusnya investigasi terkait runtuhnya struktur atas Halte Sungai Parit Sapat dilakukna secara menyeluruh oleh APH karena ini menyangkut uang daerah, apakah material yang digunakan tidak memenuhi standar? Jadi jangan terlalu cepat menyimpulkan cuaca menjadi tersangka.
”Deformasi pada rangka yang terlihat pada halte dapat menjadi dasar untuk dilakukan pemeriksaan teknis secara langsung. Jika pihak terkait menyatakan kerusakan terjadi akibat angin atau cuaca, maka yang menjadi pertanyaan adalah ; Apakah struktur sejak awal dirancang untuk menahan beban lingkungan yang mungkin terjadi di lokasi tersebut? Apakah profil baja, sambungan, pengaku, tumpuan dan sistem pengikat yang terpasang benar-benar sama dengan spesifikasi dalam dokumen perencanaan dan kontrak pekerjaan?. Struktur roboh dapat dilihat mata, tetapi penyebabnya harus dibuktikan secara teknis.” Tukas sumber (red)













Komentar