Kualatungkal — jurnalBIDAS. Kab. Tanjab Barat yang saat ini menjadi terdampak asap karhutla memerlukan bantuan kesehatan yang dipandang jauh lebih urgent dibanding pengadaan alat ukur asap yang pada prinsipnya mendahulukan di atas kebutuhan mendesak warga yang terdampak. Banpres 15 M kepada Kab. Tanjab Barat seharusnya lebih besar dialokasikan untuk bantuan kesehatan seperti masker, obat, vitamin, oksigen, pelayanan kesehatan, dan perlindungan kelompok rentan sekalipun data kadar asap penting hingga pengadaan alat ukur ISPA dibutuhkan, tapi bukan prioritas saat warga sedang berjuang bernapas, anak-anak diliburkan sekolah, serta membatasi aktifitas diluar.
”Bupati selaku pemilik kebijakan hendaknya lebih mengutamakan yang mendesak bagi seluruh masyarakat Tanjab Barat. Hari ini masyarakat butuh masker, obat ISPA, vitamin, dan layanan kesehatan di wilayah terdampak, bukan alat ukur ISPU apalagi Videotron untuk menampilkan data ISPU di depan Kantor Bupati. Tanjab barat memiliki 13 kecamatan, 20 Kelurahan, dan 114 Desa, bukan sebatas kelurahan tungkal IV kota.” Sebut Syarifuddin. AR, ketua LSM-PETISI.
Menurutnya, sekarang yang mendesak adalah melindungi warga tanjab barat yang berstatus terdampak asap karhutla, bagikan masker ke setiap rumah, pastikan obat ISPA tersedia di semua puskesmas, menyiapkan oksigen & Rumah Oksigen untuk yang sesak napas, memperkuat layanan kesehatan di wilayah terdampak.
”Setelah warga terlindungi, barulah pengadaan alat ukur ISPU diadakan dan dipasang di titik strategis, terlalu naif bila pemasangan SPKUA (Sistem Pemantauan Kualitas Udara Ambien) di depan Kantor Bupati, lebih – lebih pengadan videotron.” Ungkapnya.
Lanjutnya, Fakta medis yang tidak bisa diperdebatkan adalah partikel PM2.5 dalam asap masuk ke paru-paru, masuk aliran darah dan menyebabkan ISPA, asma, bronkitis, hingga gangguan jantung berdampak terhadap balita, lansia, ibu hamil, penderita asma.
”Kemenkes RI menegaskan masker, obat ISPA, oksigen, dan pelayanan kesehatan adalah prioritas utama di wilayah terdampak asap. Banpres 15 M haruslah ‘tepatguna‘ bukan ‘mumpung ada‘ seperti menggunakan anggaran tersebut untuk, 3 unit kendaraan Rantis, 1 unit kendaraan roda 3, 8 unit kendaraan roda 2 / motor trail, Alat ISPU, videotron. Ini urusan nyawa.” Tukasnya. (Red)









Komentar