Kualatungkal – jurnalBIDAS. Robohnya Struktur Atas Halte Sungai Parit Sapat, Desa Kuala Baru, Kec. Seberang Kota yang dibangun menggunakan APBD TA. 2024 Dinas Perhubungan Kab.Tanjab Barat dengan pagu Rp.2.700.435.642,00 atau HPS Rp.2.700.435.642,00 yang pekerjaannya dilaksanakan oleh CV. TOGGLE REKAYASA selaku pemenang tender terbuka yang dilaksanakan pada 15 Maret 2024 dan penandatanganan kontrak kerja pada tanggal 1 s/d 5 April 2024 dengan harga negoisasi sebesar Rp.2.673.000.000,00
Harga negoisasi Rp.2.673.000.000,00 disepakati karena dari 11 perusahaan rekanan yang mendaftar pada lelang/tender pekerjaan tersebut, hanya CV. TOGGLE REKAYASA yang memasukkan penawaran dan hal seperti itu hampir terjadi disetiap lelang atau tender pekerjaan yang dilaksanakan melalui portal INAPROC SPSE Tanjab Barat.
Robohnya struktur atas halte sungai parit sapat memunculkan pertanyaan mengenai kualitas, spesifikasi, hingga material yang digunakan dalam pelaksanaan, mengingat halte ini baru berumur 2 Tahun dan item pekerjaan yang meliputi; pekerjaan struktur bawah, pekerjaan struktur atas, dan pekerjaan pelengkap.
”Pekerjaan dibangun tentu memiliki perencanaan yang matang, spesifikasi teknis, hingga jaminan mutu dan kwalitas. Kalau bicara pekerjaan struktur atas tentu yang perlu diperhatikan adalah kualitas bahan dan untuk mencapai target mutu dan kwalitas tentu bergantung pada pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan.” Ungkap Sumber pada media ini.
Menurutnya, mutu dan kualitas menjadi barometer umur sebuah struktur kontruksi disamping teknis pengerjaan yang benar serta tidak mengurangi volume bahan dan tentu faktor cuaca juga dapat menjadi penyebab robohnya halte itu, tapi spekulasi cuaca sebagai penyebab juga tidak dapat diterima bulat – bulat. (Red)













Komentar